RSS

5 Hal penting yang perlu diketahui para pemula Linux

19 Jul

Jika Anda adalah orang yang baru saja berpindah ke Linux dari Windows, ada hal-hal penting yang harus Anda ketahui tentang Linux karena lingkungan di Windows sangat berbeda dengan Linux. Karena itu, kita perlu mempelajari perbedaan yang ada agar kita bisa menggunakan Linux secara efektif.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh setiap pemula di Linux:

Drive di Linux tidak memakai huruf, tetapi memakai mount point

Biasanya, hal pertama yang dilakukan oleh pemula linux adalah mengecek file-file mereka pada harddisk, apakah baik-baik saja setelah penginstalan linux atau tidak. Namun, kebanyakan dari mereka akan menjadi bingung, “…dimana file penting saya?” atau “dimana project saya tersimpan?” dan pertanyaan sejenis akan muncul karena tidak menemukan apa yang mereka cari. Disinilah letak perbedaannya, di Linux tidak ada yang namanya huruf drive seperti (C:) atau (D:) seperti yang ada di Windows. Linux menggunakan sistem mountpoint. Jika di Windows ada “C:\” maka di Linux ada “/” (root) yang merupakan top level dari seluruh file system.

Mount Point dari Disk Usage Analyzer

Linux akan me-mount sebuah drive kedalam direktori file system (“/”). Perangkat yang dapat di mount selain harddrive adalah CD-Rom, USB Flashdrive, sebuah direktori dan juga sebuah file (misalnya file .iso). Semua mountpoint bisa diakses dari dalam root (“/”). Jika Anda mencolokkan sebuah usb flashdisk, maka usb tersebut akan di mount di /media/namadrive. Dan jika di Windows ada D:\ untuk menyimpan data – data user, maka di Linux ada /home (“slash home”).

Tidak ada registry di Linux

Registry Windows adalah sebuah file database pusat yang berisi semua informasi yang dibutuhkan untuk pengaturan sistem Windows. Registry menyimpan informasi tentang settingan user, program yang terinstall dan driver hardware. Registry mengontrol seluruh fungsi Windows, dan registry yang corrupt dapat menyebabkan sistem melambat, munculnya pesan error, dan yang paling parah adalah merusak seluruh sistem.

Registry Windows

Linux tidak punya registry. Linux tidak menyimpan semua konfigurasi sistem ke dalam sebuah file database tunggal seperti yang dilakukan oleh Windows. Oleh karena itu Linux tidak akan mengalami kegagalan sistem seperti yang terjadi pada Windows kalau registry nya rusak.

Linux menyimpan konfigurasi sistem yang disimpan sendiri sendiri (bukan file tunggal/pusat) dan biasanya adalah sebuah file teks (biasanya memiliki ekstensi .conf) dan mudah untuk di edit karena hanya butuh teks editor. Jika ingin menelusuri konfigurasi sistem pada Linux Anda bisa mengeceknya di /etc, sedangkan jika Anda ingin mengecek konfigurasi yang berasal dari user biasanya tersimpan pada /home.

Software berasal dari repositori

Di Linux, terutama distro-distro populer seperti Debian dan turunannya memiliki konsep “software repositori”. Itu adalah sistem dimana program – program dikumpulkan secara terpusat untuk dipelihara oleh pengembang program. Dengan begitu, Anda tidak perlu mendownload aplikasi aneh aneh di situs yang tidak jelas seperti yang sering dilakukan oleh pengguna Windows. Bisa jadi program tersebut telah disusupi program jahat yang mengancam keselamatan sistem.

Ubuntu Software Center

Gambar diatas adalah salah satu contohnya. Ubuntu mempunyai Ubuntu Software Center, yaitu program untuk menginstall, menghapus, dan mendapatkan tentang informasi yang Anda butuhkan.

Cara pakainya cukup mudah, cukup jalankan Ubuntu Software Center, lalu cari program apa yang ingin Anda install. Begitu juga kalau ingin menghapus program.

Jangan login sebagai root

Ini sudah sangat umum terjadi, pengguna Windows akan login sebagai Administrator setiap kali menjalankan Windows mereka. Dan dengan alasan ini juga, Windows menjadi sangat mudah terinsfeksi virus dan malware. Dengan login sebagai administrator, berarti Anda menggunakan kekuasaan sepenuhnya, begitupun dengan program didalamnya, ia akan melakukan apapun yang dia inginkan.

Login root

Di Linux, Administrator dikenal sebagai “root“, dan Anda hanya akan menggunakan “kekuasaan” root hanya kalau diperlukan saja, misalnya ketika akan mengedit konfigurasi sistem, menginstall/menghapus program. Dan memang harusnya seperti itu, kita tidak perlu login sebagai root setiap kali menjalankan Linux.

Mintalah pertolongan jika mendapat masalah

Anda baru menggunakan Linux? Mendapatkan masalah? Jangan ragu ragu untu meminta pertolongan kepada komunitas pengguna Linux, setiap pertanyaan Anda pasti akan menemukan jawabannya, Insya Allah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2011 in Tips and Trick

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: