RSS

Koneksi WI-FI di Linux

06 Jun

Sambungan nirkabel (wireless) memudahkan kita terhubung satu sama lain dalam jaringan tanpa direpotkan dengan urusan kabel. Sebagai pengguna Linux, telah tersedia software yang memudahkan Anda masuk dalam dunia tanpa kabel ini.

Pengguna notebook atau netbook yang dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi built-in kini te­lah semakin banyak. Harganya semakin terjangkau dan bentuknya semakin ringkas dan ringan dibawa (misalnya netbook). Di lain pihak, banyak tempat-tempat umum, seperti kafe dan food court yang telah menawarkan fasilitas hot spot agar pengunjung dapat dengan mudah “berinternet-ria” sambil bersantai.

Hal ini menimbulkan tren baru, pengguna komputer bisa terhubung dengan Internet tanpa perlu repot mencolokkan kabel. Artikel ini akan difokuskan pada pengaktifan perangkat (device) Wi-Fi pada note­book agar dapat tersambung ke sebuah Access Point. Access point adalah sebuah perangkat yang menyediakan sumber sinyal radio bagi client. Analoginya mirip seperti telepon seluler (ponsel) yang tersambung ke perangkat BTS terdekat agar bisa menghubungi ponsel lainnya. Istilahnya, “dapat sinyal”.Pada artikel ini, digunakan distribusi Linux Fedora 9 dengan kernel 2.6.31. Ini adalah kernel Linux versi terbaru saat tulisan dibuat. Penggunaan kernel terbaru sangat dianjurkan agar berbagai fasilitas yang terdapat pada perangkat Wi-Fi dapat didukung dan kecepatan akses berlang­sung optimal. Beberapa jenis hardware Wi-Fi juga baru bisa aktif dengan kombinasi kernel minimal versi tertentu dan firmware. Praktik kali dilakukan pada notebook yang menggunakan tipe card Wi-Fi dengan chipset Intel 3945. Tipe ini biasanya banyak ditemui pada notebook di pasaran sehingga digunakan sebagai acuan.

Seperti biasa, prompt # berarti perintah dikerjakan sebagai root, sementara prompt $ berarti perintah boleh dikerjakan sebagai user biasa. Instalasi software diasumsikan dilakukan lewat utility yum dan konfigurasi repository telah dilakukan sebelumnya.

Identifikasi dan PengaktifanFasilitas Wi-Fi

Cara paling sederhana adalah mem-boot sistem Linux Anda dan memeriksa apakah perangkat Wi-Fi sudah langsung terdeteksi. Untuk itu, ketik:

linux2

Konfigurasi W-LAN melalui kernel Linux Temukan modul kernel yang sesuai dengan jenis chipset Wi-Fi yang digunakan notebook Anda.

$ /sbin/iwconfig

Perhatikan apakah sudah ada keluaran seperti ini:

wlan0    IEEE 802.11abg  ESSID:””

Mode:Managed  Frequency:2.412 GHz

Access Point: Not-Associated

Tx-Power=15 dBm

Retry  long limit:7   RTS thr:off   Frag

ment thr:off

Power Management:off

Link Quality:0  Signal level:0  Noise

level:0

Rx invalid nwid:0  Rx invalid crypt:0  Rx

invalid frag:0

Tx excessive retries:0  Invalid misc:0

Missed beacon:0

Nama interface tidak selalu wlan0. Bisa saja dalam kasus Anda dikenali sebagai eth1 atau ath0. Sebagai catatan, pada beberapa jenis notebook ada tombol untuk menyalakan dan mematikan Wi-Fi. Pastikan switch pada posisi ON. Cek juga menu BIOS dan set agar perangkat Wi-Fi aktif.

Bagaimana jika tampilan seperti di atas tidak Anda temui? Solusinya, Anda perlu melakukan beberapa konfigurasi terlebih dahulu. CATATAN: penulis menjabarkan hal ini sebagai ilustrasi prosedur konfigurasi. Secara default, distribusi Fedora 9 sudah bisa mendeteksi perangkat Wi-Fi bertipe 3945 tanpa perlu compile kernel manual.

Pertama kita cari tahu dulu apa jenis kartu Wi-Fi Anda dan mencari driver yang sesuai. Dengan perintah lshw, identifikasi relatif mudah dilakukan:

# lshw

/0/100/1c.1/0      wmaster0    network     PRO/

Wireless 3945ABG [Golan] Network Connection

Atau bisa juga dengan perintah lspci:

# lspci

10:00.0 Network controller: Intel Corporation

PRO/Wireless 3945ABG [Golan] Network Con

nection (rev 02)

Tampilan di atas menandakan chipset yang dipakai oleh kartu Wi-Fi adalah dari jenis Intel 3945 yang mendukung tipe koneksi a,b dan g. Jenis chip set ini adalah salah satu yang paling banyak ditemui di dalam notebook saat ini.

Berikutnya adalah men-download ker­nel versi terbaru dari http://www.kernel.org. Pa­da halaman depan, akan Anda temui link menuju versi stabil terbaru. Klik dan simpan file ini di suatu partisi yang relatif besar. Sebagai ilustrasi, nantinya setelah seluruh proses kompilasi selesai, ukuran total file-file yang dihasilkan dan source code-nya mencapai 2,5 GB!

Misalnya, file yang di-download dile­takkan di direktori /usr/src dan bernama linux-2.6.31.tar.bz2. Kita lakukan konfigurasi sebagai berikut (dianggap gcc telah terinstall):

# cd /usr/src

# tar xjf linux-2.6.31.tar.bz2

# cd linux-2.6.31

# make clean

# make defconfig

Baris terakhir akan membuat suatu file konfigurasi default kernel. Tentu saja, karena sifatnya “default”, perlu optimalisasi agar lebih sesuai dengan komputer Anda. Hal ini tidak dibahas lebih lanjut. Namun tidak perlu kuatir, konfigurasi ini relatif sesuai untuk komputer generasi Pentium ke atas. Langkah berikutnya  adalah memastikan du­kung­­an chipset 3945 pada kernel. Lanjutan dari perintah di atas adalah:

# make menuconfig

Apabila ada pesan kesalahan di sini, artinya Anda harus meng-install paket-paket berikut:

# yum install ncurses ncurses-devel

Perintah menuconfig akan membawa Anda masuk ke dalam daftar menu. Secara berturut-turut, masuk ke menu Device Driver, Network Device Support, lalu Wireless LAN. Pastikan item Wireless LAN (IEEE 802.11) sudah ditandai dengan tanda asterisk, caranya dengan menyorotnya (tekan tombol panah atas dan bawah) lalu tekan [Space].

Untuk kasus penulis, dukungan card Wi-Fi dilakukan dengan mencentang “Intel PRO/Wireless 3945ABG/BG Network Connection (iwl3945)”. Sorot dan tekan spasi beberapa kali sampai ada tanda M disebelah kiri.

Tekan tombol [Esc] beberapa kali hingga ada pertanyaan apakah Anda ingin menyimpan perubahan konfigurasi. Pilih “Yes” lalu compile dengan urutan perintah:

# make bzImage && make modules && make

modules_install

Siapkan sebuah direktori, misalnya “/boot/newkernel/” lalu pindahkan file bzImage ke direktori ini:

# mv arch/x86/boot/bzImage /boot/newker

nel/

Buat image initrd:

# mkinitrd /boot/newkernel/initrd.img 2.6.31

Sesuaikan angka “2.6.31″ dengan versi lengkap kernel yang Anda compile.

Selanjutnya, buat entri baru di /etc/grub.conf sebagai berikut.

title Fedora 9 (2.6.31)

root (hd0,7)

kernel /boot/kernel-2.6.31/bzImage ro root=/dev/sda1

initrd /boot/kernel-2.6.31/initrd-2.6.31.img

Langkah berikutnya adalah men-download firmware untuk perangkat Wi-Fi. Dalam kasus kita, filenya bisa diambil dari http://www.intellinuxwireless.org di ba­gian “Download”. Cari file firmware spesifik untuk chipset 3945. Download, extract dan copy file-nya ke direktori tempat penyimpanan firmware:

# tar xzvf iwlWi-Fi-3945-ucode-15.32.2.9.tgz

# cd iwlWi-Fi-3945-ucode-15.32.2.9

# cp iwlWi-Fi-3945-2.ucode /lib/firmware/

linux3

SSID Network Manager Applet Network Manager akan menampilkan semua nama SSID yang di-broadcast di jaringan. Tanda bergambar perisai menunjukkan bahwa koneksi tersebut diproteksi de­ngan fasilitas enkripsi.

Untuk lebih jelasnya dalam hal kompilasi kernel, penulis menyarankan membaca artikel yang lebih komprehensif yang banyak tersebar di Internet. Salah satunya bisa dibaca di http://www.digitalhermit.com/linux/Kernel-Build-HOWTO.html.

Koneksi ke Access Point

Setelah perangkat siap, sekarang saatnya menyambungkan komputer dengan Access Point. Cara termudah adalah dengan menggunakan program berbasis grafis. Salah satu yang penulis rekomendasikan adalah menggunakan Network Manager. Sedikit kelemahannya adalah program ini memiliki ketergantungan dengan komponen-komponen desktop GNOME.

Proses instalasinya relatif mudah. De­ngan asumsi setting repository sudah dikonfigurasi dengan tepat, Anda tinggal mengetik:

# yum install NetworkManager

Anda akan melihat sebuah icon baru di panel atas GNOME. Apabila Anda klik kiri icon ini, akan ada daftar nama network yang bisa Anda akses. Nama lainnya adalah SSID (Service Set Identifier). Setelah mengklik nama yang diinginkan, proses koneksinya akan dimulai.

Beberapa Access Point memiliki sistem sekuriti tertentu, sehingga untuk bisa mengakses Wi-Fi, Anda harus memasukkan password. NetworkManager akan men­deteksi dan menanyakan password-nya kepada Anda. Tanyakan adminis­trator jaringan jenis enkripsi yang digunakan. Di sini, diasumsikan tipe enkripsinya adalah WPA. Pilih “WPA & WPA2 personal” dari combo box, lalu masukkan password pada text box. Klik “Connect”, beberapa saat kemudian koneksi akan terbentuk dan komputer Anda akan mendapat alamat IP lewat DHCP.

linux4

Entri password Wi-Fi Saat pertama kali tersambung dengan Access Point (yang diproteksi dengan password), akan di­tampilkan window dialog untuk memasukkan password.

Administrator bisa saja tidak menyiapkan DHCP karena alasan tertentu. Untuk itu Anda bisa melakukan setting alamat IP, DNS, dan lainnya secara manual. Klik kanan pada icon NetworkManager lalu klik “Edit connections”. Pilih nama SSID sehingga Anda terkoneksi pada tabulasi “Wireless”, lalu klik “Edit”. Masukkan alamat IP, DNS, dan seterusnya informasi dari administrator. Apabila sudah selesai, klik “Apply” dan “Close” secara berturut-turut. Lakukan rekoneksi sekali lagi ke SSID yang sama maka kali ini komputer sudah utuh terkonfigurasi.

Koneksi ke Access Point via Command Line

Karena alasan tertentu, Anda mungkin diharuskan melakukan koneksi wireless dengan Access Point tanpa bantuan program grafis. Pengguna yang kurang mahir command line tidak perlu kuatir, karena tekniknya tidak sesulit yang dibayangkan. Langkah pertama, periksa nama SSID dengan perintah iwlist seperti berikut ini.

iwlist wlan0 scan | grep -i ssid

Apabila outputnya adalah:

ESSID: theWi-Fi

Anda bisa saja mendapatkan lebih dari satu baris output jika kartu Wi-Fi menangkap lebih dari satu SSID yang di broadcast. Apabila tidak ada SSID yang tertangkap, ada kemungkinan administrator sengaja mengatur agar nama SSID tersebut menjadi tersembunyi. Dalam hal ini, Anda harus menanyakan langsung pada administrator. Setelah mengetahui password Access Point-nya, misalnya “password_password”, koneksi wireless bisa dimulai.

Sama seperti pada bagian sebelumnya, di sini dianggap koneksi menggunakan enkripsi WPA atau WPA2. Pastikan sebelumnya, apakah wpa_supplicant sudah ter-install dengan perintah:

# yum install wpa_supplicant

wpa_supplicant adalah semacam program yang membantu Anda masuk dalam saluran enkripsi. Tanpa program ini, percobaan koneksi Anda akan sia-sia.

Selanjutnya, ketik:

# wpa_passphrase theWi-Fi > /tmp/test.txt

Ganti kata “theWi-Fi” sesuai nama SSID yang dituju. Anda akan diminta mengetikkan password Wi-Fi. Setelah selesai, tekan [Enter]. Perintah di atas melakukan redirection ke sebuah file teks. Ini dilakukan agar Anda mudah menyisipkan hasil output ke konfigurasi wpa_supplicant. Ha­­sil yang didapat kurang lebih seperti berikut:

# reading passphrase from stdin

network={

ssid=”theWi-Fi”

#psk=”password_password”

psk=85ee4e996b85c60c245e5cb28a1c4fc74d

7186a2cb052c1830758d2172471f2e

}

linux5

Konfigurasi IP secara manual Pada kondisi tertentu (tergantung konfigurasi jaringan), Anda diwajibkan memasukkan informasi setting jaringan secara manual.

Copy baris-baris di atas ke file “/etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf”. Perlu diketahui, posisi file bisa berada pada direktori lain pada distribusi non-Fedora. Gunakan perintah berikut ini untuk menemukannya.

# locate wpa_supplicant.conf

Selanjutnya, lakukan editing dengan memasukkan isi file teks hasil langkah sebelumnya. Isi file wpa_supplicant.conf menjadi seperti berikut.

ctrl_interface=/var/run/wpa_supplicant

ctrl_interface_group=wheel

network={

ssid=”theWi-Fi”

psk=85ee4e996b85c60c245e5cb28a1c4fc74d

7186a2cb052c1830758d2172471f2e

proto=WPA

key_mgmt=WPA-PSK

}

Setelah mengisinya, aktifkan wpa_supplicant dengan mengetik perintah:

# wpa_supplicant -D wext -c /etc/wpa_suppli

cant/wpa_supplicant.conf -i wlan0 -B -f /var/

log/wpa_supplicant.log

Makna dari tiap parameter di atas adalah:

-D memilih tipe driver. “wext” adalah tipe driver generic untuk wireless

-c menunjuk pada file konfigurasi yang akan dibaca oleh program wpa_supplicant

nama device yang digunakan untuk tersambung ke Access Point disebutkan sebagai argumen parameter -i

-B berarti menjalankan program di background

-f akan menuliskan semua output program sebagai log dengan nama sesuai argumen. Nantinya Andatinggal memonitor isi file ini misal dengan perintah tail guna mengecek kondisi koneksi.Koneksi akan dimulai dan Anda akan menemui baris-baris seperti ini pada file log jika koneksi sukses:

Trying to associate with 00:23:

b2:44:bd:45

(SSID=’theWi-Fi’ freq=2412 MHz)

Associated with  00:23:b2:44:

bd:45

WPA: Key negotiation completed

with 00:23:

b2:44:bd:45 [PTK=CCMP

GTK=TKIP]

CTRL-EVENT-CONNECTED – Con

nection to 00:

23:b2:44:bd:45 completed (reauth)

[id=0

id_str=]

Kini, Anda tinggal melakukan konfigurasi IP, DNS, dan seterusnya. Apabila DHCP aktif, Anda cukup mengetik:

# dhclient wlan0

Apabila tidak, Anda harus menjalani prosedur manual. Kita misalkan IP yang diberikan untuk Anda adalah 10.1.2.3 dengan netmask 255.255.255.0, default gateway 10.1.2.1 dan DNS server juga di 10.1.2.1. Setting-nya adalah sebagai berikut.

# ifconfig wlan0 10.1.2.3 netmask

255.255.255.0

# ifconfig wlan0 up

# route add default gw 10.1.2.1

# echo “nameserver 10.1.2.1″ >> /etc/resolv.

linux6

Terhubung dengan SSID tersembunyi Dengan alasan keamanan, SSID kadang disembunyikan. Klik kiri applet Network Manager dan pilih “Connect to Hidden Wireless Network” untuk melakukan koneksi.

conf

Lakukan pengujian, misalnya dengan membuka website Yahoo atau Google. Apabila tidak ada kesalahan sampai langkah terakhir tadi, berarti Anda telah siap menggunakan jaringan wireless.

Perlu diketahui, langkah konfigurasi yang akan Anda lakukan mungkin akan memilki perbedaan (tidak benar-benar sama seperti yang dipraktikkan di sini). Ini bisa disebabkan karena perbedaan jenis kartu Wi-Fi, tipe enkripsi, dan seterusnya. Untuk itu, kunjungi berbagai website pada bagian referensi untuk bahan bacaan lebih lanjut. Selamat belajar dan mencoba!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2011 in System, Tips and Trick

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: