RSS

Membangun DNS Server menggunakan OpenNA Linux (bagian-2)

29 Mei

Secondary DNS Server:
untuk membangun secondary DNS Server lakukan instalasi OpenNA Linux dengan memilih paket DNS Server yang berfungsi sebagai secondary dns, jangan lupa untuk mengisikan alamat ip dan nama host untuk secondary DNS, dan juga isilah pada pengisian primary name server dengan 118.98.168.210 dan secondary name server dengan 118.98.168.211 pada saat proses instalasi tersebut.
setelah proses instalasi selesai, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi ulang dan membuat zone domain yang berfungsi sebagai slave terhadap file named.conf yang terletak di /chroot/named/etc. editlah file tersebut, dengan langkah berikut:

         #vi /chroot/named/etc/named.conf

pada bagian Authorized source address tambahkan 118.98.168.208/29; seperti di bawah ini:

    //Authorized source address.
    acl "trusted" {
        localhost;
        118.98.168.208/29;
    };

lalu pada bagian forwarders di options, isikan ip dns jardiknas seperti di bawah ini:

    options {
        directory "/var/named";
        allow-transfer{ none; };
        allow-query { trusted; };
        allow-recursion { trusted; };
        blackhole { bogon; };
        tcp-clients 32;
        forwarders { 118.98.224.2; 118.98.224.3; };
        version "OpenNA Linux";
    };

berikutnya pembuatan zone untuk domain padangkota.diknas.go.id, pada bagian akhir dari isi file ini tambahkan:

    zone "padangkota.diknas.go.id" {
        type slave;
        file "dbs.padangkota";
        masters { 118.98.168.210; };
        allow-query { any; };
    };

simpanlah dan langkah selanjutnya ubah mode akses menjadi 600 dengan menggunakan perintah:

      #chmod 600 /chroot/named/etc/named.conf

proses berikutnya, restart named dengan perintah:

     #/etc/init.d/named restart

maka pada direktori /chroot/named/var/named terlihat file dbs.padangkotayang isinya diperoleh dari primary dns (record dns pada master di transfer ke slave).

selesai sudah penjelasan membuat dns server baik primary dns sebagai master dan secondary dns sebagai slave. jangan lupa untuk mengisikan ip dns tersebut pada konfigurasi network di komputer yang berada di jaringan lokal. semoga bermanfaat

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2011 in CentOS

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: